Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Sunday, May 20, 2018

Suzdal, 1 Jam 45 Menit Menuju Masa Lalu dari Moscow

Tulisan ini, adalah serangkaian tulisan kunjungan ke Russia. Penulisan akan dilakukan, dimulai dari hal yang paling disenangi, hingga selesai dengan catatan: tidak malas menulis
                                                                                                                                                                   

Apa yang anda ketahui tentang Russia, selain: Moscow, Vodka, Marsha and The Bear, dan Michael Gorbachev? Apakah anda tahu, selain tersebut di atas, ada hal lain yang eksotis tentang Russia selain Iryna Ivanova dan Irina Shayk? Kalau anda tidak tahu, oke deh, akan saya ceritakan sedikit mengenai Vladimir dan Suzdal, kota di kawasan Golden Ring Russia.

Saturday, July 29, 2017

Ber otoped di jalanan Jakarta

Jakarta, semakin macet
Karena macet, waktu habis di jalan
Karena habis di jalan, tidak ada waktu untuk aktivitas lain, termasuk olahraga


Pernyataan di atas, adalah realita warga kota besar, khususnya Jakarta. Boro-boro mau olahraga, terkadang beli makan siang saja titip sama OB, dan makannya di pantry, saking tidak ada waktunya. Rasanya susah sekali menggeser pantat ini dari kursi kerja, seakan-akan ada lemnya.
Maka, jadi terasa lumrah jika semakin banyak generasi muda yang terserang penyakit degeneratif.
Lalu, bagaimana jika menghindari kemacetan bisa menjadi sarana kita berolahraga?
Sebagai penggemar kegiatan bersepeda, saya akan menjawab sangat mungkin! Bike 2 work solusinya. Bahkan Pak Sandi Uno, Wapres DKI Jakarta periode 2018 - 2023 pun mencoba untuk run to work.

Thursday, May 11, 2017

Sepotong Wafle di negeri Tin Tin

Waffle dan Tin Tin, jelas berbeda. Satunya makanan, satunya lagi karakter komik. Membaca komik Tin Tin sambil menikmati manisnya wafle, tentu menyenangkan. Dan, itu yang saya rasakan, saat menggigit remah-remah wafle sambil memandang mural di kota Tin Tin, Brussel.

Friday, December 23, 2016

Satu hari di Malaka



Sebagai kota di pesisir barat Malaysia, Malaka bisa jadi tidak seterkenal Kuala Lumpur, atau pun Penang. Tetapi untuk penikmat wisata sejarah, sayang sekali jika harus melewatkan kota ini dari daftar kunjungan anda. Kota dengan sejarah yang panjang ini, sampai mendapatkan predikat World Heritage dari UNESCO, untuk memperjelas statusnya sebagai lokasi wisata sejarah.

Wednesday, December 14, 2016

Menantang adrenaline di Langkawi

 
Pernah ke Ancol atau TMII? Mayoritas warga Jakarta, pasti pernah kesana, walau cuma sekali,
minimal saat masih sekolah. Wahana apa yang sama-sama ada di dua tempat itu? Ada beberapa, salah satunya adalah gondola. Kali ini, saya ingin bercerita mengenai gondola, bukan yang di Ancol atau pun TMII, tetapi Langkawi.

Monday, December 05, 2016

Berburu ikan di Jakarta


Sejak mempunyai akuarium, efek sampingnya adalah jadi sering berburu ikan. Meski tidak terlalu sering, minimal sebulan dua kali saya lihat-lihat ikan. Sebabnya ada dua: pertama, setiap melihat ikan yang bagus, rasanya akuarium saya kok kosong terus. Lalu yang kedua, terkadang, ada ikan yang mati, dan "memaksa" saya cari pengganti.

Sunday, November 27, 2016

Hal Yang Membuat Kita Membeli Produk



Ada banyak pedagang di dunia ini, menjual produk yang sama. Lalu, apa yang membuat anda memutuskan membeli produk tertentu dari pedagang A atau bukan dari pedagang B? Beberapa akan menjawab masalah harga, tentang rasa (kalau produknya makanan), atau juga kualitas produk. Itu semua benar. Tapi di atas itu semua, kalau menurut saya, adalah rasa nyaman kita belanja di pedagang tersebut.

Saturday, November 19, 2016

Menikmati Taman di Kota Metropolitan

Ciri khas kota metropolitan, penuh dengan bangunan bertingkat dari beton, dan lalu lalang kendaraan. Meski warga kota sudah terbiasa, acap kali suasana yang panas dan bising membuat jenuh dan pusing kepala. Perlu keseimbangan melihat yang teduh dan hijau, yaitu pepohonan.
Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, sudah mulai berbenah, banyak taman dipugar, pemukiman liar digusur dialihfungsikan menjadi taman yang rindang. Tercatat, Taman Suropati, Taman Honda Tebet, Taman Ayodhya, dan sebagainya. Sebetulnya ada juga Taman Menteng, tapi buat saya kurang enak untuk main siang hari, panas!

Monday, November 07, 2016

Memelihara binatang? Sepertinya semua orang harus punya


Sejak kecil, saya terbiasa dekat dengan hewan. Bukan karena pecinta binatang, tetapi karena rumah di desa, tanpa pagar, depan sungai, makanya yang namanya kucing, ayam, angsa, bahkan kerbau pun, setiap hari berkeliaran di depan rumah. Bahkan, ayam pun bebas bertelor di sembarang tempat, tanpa takut ada tetangga yang mengclaim. Semua binatang banyak, kecuali anjing.
Tahun 2003, setelah berurbanisasi ke Jakarta, dan beberapa daerah yang lain, praktis persinggungan saya dengan hewan peliharaan menurun drastis, karena saya ngekost.Tidak ada tempat, untuk dan tak ada waktu untuk memelihara juga.
Setelah menikah, peluang untuk itu pun terbuka lagi. Dan, berikut beberapa hewan yang pernah saya pelihara:

Wednesday, October 05, 2016

Gawai saat berada dekat anak



Sering kali disebutkan, gawai itu alat yang mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan orang yang dekat. Mungkin bisa jadi itu benar. Tapi, bagaimana dengan anak? Apakah gawai juga bisa menjauhkan kita, para orang tua, dengan anak? Kalau ada yang bertanya, pasti jawaban kita adalah tidak, tetapi sering kali sifat kita menunjukkan sebaliknya.
Sebagai warga Metropolitan, di mana suami dan istri sama-sama bekerja, anak-anak setiap harinya praktis hanya di sekolah, dan rumah saja. Kalau di rumah, mereka hanya bersama dengan asisten rumah tangga, dan ibu mertua, nenek mereka. Itu sebabnya, setiap weekend, agenda rutin adalah mengajak mereka berjalan kesana kemari (ya tapi paling sering sih memang ke mall).

Thursday, September 08, 2016

Poligami? Emang berani?



Poligami, alias beristri lebih dari satu, adalah candaan yang sering kali keluar pada saat bapak-bapak berkumpul. Meski belum tentu berani untuk benar-benar melakukannya, tetap saja candaan itu akan selalu keluar. Dan, saya punya satu teman, yang sepertinya benar-benar berhasrat untuk berpoligami.

Saturday, June 18, 2016

Mengurus sendiri STNK hilang? Siapa takut

Orang bilang, vespa adalah kendaraan anti tilang, maksudnya setiap ada razia, hampir dipastikan selalu diloloskan. Dan, berdasarkan pengalaman saya, beberapa kali saya melewati razia polisi, memang selalu tidak pernah diberhentikan. Entah kenapa.
Karena hal di atas, ditambah jarang ke mall, yang setiap keluar parkir mesti menunjukkan STNK, saya jadi tidak terlalu memperhatikan keberadaan STNK. Selalu yakin kalau surat kecil itu ada di dalam dompet saya. Ternyata, waktu membuka dompet, saat mencari KTP, baru saya ngeh, STNK saya tidak ada. Terbayang, ribetnya proses pengurusan :(
Malamnya, bertanya ke agen jasa pengurusan, dijawab, Rp 350.000, belum termasuk pajak kendaraan (memang sudah saatnya bayar pajak tahunan). Busyet! Tanya ke agen satu lagi, lebih murah sih, tapi tetap saja Rp 270.000, plus pajak. Ketidakrelaan mengeluarkan uang sebesar itu, membuat saya yakin untuk mengurus sendiri saja, dan ternyata mudah, tidak ribet, dan murah, selama syaratnya lengkap.
Oke, berikut kronologis pengurusan saya:

Tuesday, March 15, 2016

Dua keanehan di warung sate kambing Wahab


Sop bening, seporsi sate, dan nasi hangat plus taburan acar

Pernah makan sate kambing? Bisa jadi, 99,9% warga Indonesia, pernah merasakannya, kecuali yang vegetarian sejak lahir. Pada umumnya, sate disajikan berupa potongan daging yang ditusuk dengan batang bambu, atau lidi, atau besi, dan dipanggang di atas bara api. Lalu, apakah potongan daging yang dipanggang masih bisa disebut sate? Menurut Haji Wahab, masih!
Berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Kota Tangerang, Wahab mengolah daging kambing menjadi dua varian, sop, dan sate. Tidak seperti umumnya, sate disajikan ke pembeli dalam keadaan sudah dilepaskan dari tusuknya, ditata di atas piring, dan disiram kuah kacang.

Saya tidak tahu, kenapa begitu, tetapi yang jelas, rasanya enak.
Keanehan yang lain, warung ini buka, tidak pas makan siang, tetapi sekitar jam
2 siang, sampai habis. Jadi kalau ingin makan di sini, harap sarapannya dilebihkan, supaya bisa bertahan dua jam lebih lama dari waktu biasanya.
Harganya cukup murah, sop seharga Rp 20.000, dan sate seporsi Rp. 15.000, nasi sepiring Rp 5.000 (?). Cukup mengenyangkan dan tidak boros di kantong.
Untuk anda yang ingin berkunjung di sini, berikut ini adalah link dari google map yang saya save.

Selamat mencoba

Monday, December 21, 2015

UBER, layanan “haram” tapi menarik dicoba

from google
“Maaf Pak, tidak ada uang pas?”
“Maaf Pak, tidak ada kembaliannya”

Bagi yang sering bepergian menggunakan taxi, dua kalimat di atas bisa jadi sering didengar, ya minimal untuk saya. Aktivitas bepergian yang lumayan sering, mengharuskan saya akrab dengan taxi, dan dua kalimat di atas, seringkali saya dengar.
Sebetulnya, saya yakin para sopir taxi mengatakan hal tersebut bukan secara sengaja, tetapi memang terpaksa. Siapa yang bisa mengira tarif akhir argonya pada saat kita turun? Atau karena tiba-tiba rute yang kita tempuh, menjadi sangat macet, yang berakibat argo berputar lebih cepat.
Dulu, setahu saya ada taxi yang menyediakan mesin EDC, sehingga kita bisa menggunakan kartu kredit untuk pembayaran, dan tidak ribet. Tapi sekarang, setiap kali naik taxi itu kok tidak pernah melihatnya lagi ya? Adapun di taxi merk lain, bisa menggunakan voucher. Masalahnya, kantor saya tidak bekerjasama dengan taxi merk tersebut, sehingga harus cash.
Baca juga:  masih relevankah punya mobil di Jakarta?
Akhir-akhir ini, saya memilih menggunakan layanan Uber, jasa yang masih “haram” di Jakarta karena aturan perundangan, tetapi saya rasa cukup menguntungkan untuk saya. Kenapa saya bilang menguntungkan?

Friday, September 18, 2015

Porsche World Road Show 2015 Indonesia



Pintu gerbang Porsche Road Show 2015

Tanggal 11 hingga 20 September 2015, Porsche, salah satu pabrikan super car di dunia, menggelar ajang Porsche world road show di Indonesia. Di acara tersebut, semua peserta berkesempatan mencoba performance berbagai varian Porsche, di semua medan, baik di sirkuit, hingga kemampuan off roadnya.
Dan, saya beruntung menjadi salah satu undangan untuk melibas sirkuit Sentul dengan Porsche!
Rabu, 16 September 2015, pukul 08.00 WIB, acara dimulai dengan registrasi ulang, sarapan, dan tepat pukul 09.00, acara pun dibuka. Dimulai dengan speech dari instruktur, lalu peserta pun dibagi menjadi empat kelompok, dengan masing-masing kelompok maksimal 10 peserta.

Thursday, July 16, 2015

Ngesti Pandowo, Pertunjukan Mengenang Masa Lalu

Adegan goro-goro
Tahun 1985 – 1989, hari Minggu pagi, bukanlah hari yang bebas untuk bermain, seperti layaknya anak SD pada umumnya, karena, saat itu saya harus berlatih menari di Wayang Orang Ngesti Pandowo. Saat itu, lokasinya masih di kompleks GRIS, di jalan Pemuda. Untuk yang belum tahu, kompleks GRIS adalah salah satu kompleks bersejarah di Semarang. Di kompleks tersebut, ada bioskop GRIS, di sebelah timur laut, Gedung Wayang Orang di tengah, dan soto GRIS di sebelah barat daya. Bangunan tersebut, sekarang sudah berubah menjadi Mall Paragon. Bangunan aslinya sudah tidak berbekas.

Wednesday, May 06, 2015

Bekasi – Citarik dengan sepeda lipat



Sejak Januari 2015, saya bertekad untuk sebisa mungkin menggunakan sepeda, kemana pun perginya. Kenapa? Alasannya akan saya tuliskan lain kali, biar blog ini isinya banyak. Nah, April ini kebetulan ada rencana outing kantor, yang bertempat di Citarik, Sukabumi. Sepertinya, bersepeda ke sana, adalah ide yang bagus.
Outing yang bertempat di Arus Liar, Citarik ini, apabila saya lihat dari google maps, jaraknya 170 an km dari rumah saya. Ditambah dengan kontur yang pasti lebih banyak naiknya, (Citarik terletak 353 meter dpl), membuat bersepeda ke sana menjadi opsi yang kurang tepat. Saya masih ingin mengikuti acara outing kantor, dalam keadaan sehat. Akhirnya, opsi yang paling tepat, diputuskan sepeda mix dengan naik kereta.
Karena akan naik kereta, sepeda yang akan saya pergunakan adalah sepeda lipat Polygon B2W kuning 20”. KAI hanya memperbolehkan sepeda lipat masuk gerbong, dan itu pun harus dalam keadaan terlipat!
Perjalanan dimulai pukul 10.00 WIB dari rumah di daerah Pondok Kopi, Bekasi. Gowes sepeda sampai stasiun Tebet, dilanjutkan dengan KRL jurusan Bogor.
Perjalanan Tebet – Bogor ditempuh sekitar satu jam, langsung menuju stasiun Paledang yang terletak di seberang jalan dari Stasiun Bogor, untuk mencetak tiket yang sudah dipesan secara online.
Tepat jam 1325 WIB, kereta berangkat.

Thursday, January 16, 2014

Saat Chacha sakit

Sabtu, Minggu, dan Senin lalu, adalah hari yang membingungkan buat kami sekeluarga. Bukan karena hari itu Jakarta sedang hujan lebat, yang berakibat banjir, bukan! Tetapi, saat itu Chacha sedang sakit, yang terlihat, relatif lebih parah dibandingkan sakit-sakit sebelumnya.
Dimulai hari Rabu sebelumnya. Saya yang kebetulan sedang menghabiskan cuti, antar jemput Chacha ke sekolahnya di Kelapa Gading. Tepat pukul 11.00, saya sudah siap berada di gerbang sekolah, yang sedang hujan deras sekali. Setelah Chacha masuk ke mobil (tentu saja sambil mengenakan payung), kami pun pulang.
Sepanjang perjalanan, Chacha tertidur. Semua terlihat biasa saja.

Saturday, September 07, 2013

Michelin Pilot Experience, menguji adrenalin di Sirkuit Sepang

Mejeng dulu
Akhir minggu ini, selama dua hari, kebetulan saya mendapatkan undangan dari Michelin, untuk mengikuti Michelin Pilot Experience, di Sepang. Nama Michelin, bisa jadi tidak terlalu asing untuk sebagian besar masyarakat, tetapi belum familiar. Wajar, karena Michelin baru mulai intens di pasar Indonesia, sejak dua tahun terakhir ini. Sedangkan Michelin Pilot Experience sendiri adalah, salah satu program dari Michelin, yang memberi kesempatan kepada komunitas di Indonesia, untuk merasakan langsung performa dari ban Michelin, di sirkuit Sepang, dengan menggunakan mobil balap Formula Renault. Kenapa Renault? Karena dulu, sebelum single supplier di ajang Moto GP, Michelin bekerja sama dengan Renault.
Oke, lanjut ceritanya.

Wednesday, August 14, 2013

Salesman, jualan di antara tumpukan berkas

Google
“Berapa estimasi penjualan bulan ini?”
“Sudah minggu ke tiga, kenapa penjualan baru 5%?”
“Itu anaknya Toko Mandiri, kenapa malah kau pacarin?”
Itu tadi adalah sekelumit kalimat, yang biasa terdengar di telinga para salesman, saat berada di kantor, terutama lagi, saat berada di dekat bos. Yah, namanya juga salesman, pasti ujungnya, yang diobrolin adalah penjualan, omzet, tagihan, program, dan lain sebagainya. Wajar, karena sales adalah jembatan komunikasi antara kantor, dengan customer, dalam dua arah. Kebijakan dari kantor untuk customer, maupun keluhan dan masukan customer ke kantor. Tetapi, yang terutama yang pertama sih, yang ke dua, lebih ke arah handling objection. Artinya, kalau ada customer mengeluh, salah satu fungsi salesman adalah memberikan solusi pertama. Hal-hal ini yang kadang bisa menjadi friksi di internal kantor.